Anies Baswedan berbagi pengalaman saat menjabat. [Foto: Facebook @aniesbaswedan]
GNPR NEWS, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, membagikan pengalamannya dalam mengelola fasilitas publik agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam sebuah video yang diunggah di akun resmi Instagram-nya, Anies menyoroti bahwa fasilitas publik bukan sekadar aset administratif, tetapi instrumen utama dalam membangun ekosistem yang lebih inklusif dan produktif.
Saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies mengambil kebijakan untuk membuka akses fasilitas kementerian bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan ruang untuk latihan teater, diskusi, atau kegiatan lainnya secara gratis. Keputusan ini, menurutnya, bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi bentuk komitmen bahwa fasilitas negara harus kembali kepada rakyatnya. Ia menegaskan bahwa banyak gedung pemerintahan yang memiliki ruang yang tidak digunakan secara maksimal, sehingga lebih baik jika dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkannya.
Baca juga:
GNPR FOR RIAU Siap Gelar Pengukuhan Pengurus
Ia juga menceritakan bagaimana kebijakan ini memberikan dampak positif bagi para siswa dan komunitas kreatif. Dengan adanya akses ke fasilitas publik, para siswa memiliki tempat yang aman dan nyaman untuk mengembangkan bakat serta kreativitas mereka. Hal ini juga mendorong lahirnya berbagai kegiatan seni dan budaya yang sebelumnya sulit mendapatkan tempat untuk berkegiatan.
Prinsip serupa ia terapkan saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia memastikan bahwa kantor kelurahan, kecamatan, dan fasilitas publik lainnya bisa digunakan masyarakat tanpa biaya sewa. Ia menyoroti bahwa di kota besar seperti Jakarta, ruang untuk berkegiatan sering kali mahal dan tidak terjangkau, sementara banyak gedung pemerintahan kosong di akhir pekan. Dengan kebijakan ini, masyarakat memiliki lebih banyak ruang untuk berkumpul, berdiskusi, hingga menjalankan berbagai kegiatan sosial dan ekonomi.
Selain itu, Anies juga menyoroti pentingnya keadilan akses dalam penggunaan fasilitas publik. Ia menyatakan bahwa fasilitas yang dibangun dengan dana masyarakat seharusnya bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan pendekatan yang lebih terbuka, fasilitas negara dapat lebih memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
“Kita sering melihat ruang-ruang strategis di lingkungan pemerintahan hanya dimanfaatkan untuk fungsi birokrasi, sementara masyarakat, khususnya anak-anak muda, kesulitan mendapatkan akses tempat untuk belajar, berkegiatan, atau sekadar berkreasi,” ujarnya dalam unggahan tersebut (17/02/2025).
Anies menekankan bahwa optimalisasi aset publik dapat memberikan dampak yang lebih besar dibanding sekadar efisiensi administratif. Ia pun mengajak para pemimpin di sektor publik maupun swasta untuk memiliki perspektif yang lebih inklusif dalam mengambil kebijakan. Menurutnya, kepemimpinan yang baik bukan hanya tentang mengatur, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat yang lebih luas.
“Jakarta, dan Indonesia, bisa menjadi lebih baik jika setiap pemimpin memiliki perspektif ini: bagaimana setiap keputusan yang kita buat bisa membuka akses dan memberikan manfaat bagi lebih banyak orang?” pungkasnya.
Editor: Rahim paramata

