Tagar “Kabur Aja Dulu” Viral, Anies Baswedan Beri Respon: “Cinta Indonesia Butuh Kesabaran dan Ketabahan”

Melalui video, Anies mengajak Masyarakat untuk tetap mencintai Indonesia dimana dan dalam keadaan apapun. [Foto: YT/Tangkapan Layar].

GNPR NEWS, JAKARTA – Media sosial kembali diramaikan dengan sebuah tagar yang tengah menjadi perbincangan hangat, yaitu #KaburAjaDulu. Tagar ini mencuat sebagai bentuk keresahan banyak masyarakat, terutama generasi muda, terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia saat ini. Tidak sedikit yang mengungkapkan keinginan mereka untuk meninggalkan tanah air demi mencari kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Merespons hal ini, mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memberikan tanggapan melalui video yang diunggah di akun media sosial miliknya (13/2/2025). Dalam video tersebut, Anies menyampaikan pesan yang mengajak masyarakat untuk tetap mencintai Indonesia meski di tengah tantangan yang berat.

Anies mengawali pernyataannya dengan menanggapi pertanyaan yang kerap diajukan kepadanya: “Bagaimana cara tetap mencintai Indonesia?” Ia mengakui bahwa banyak orang yang merasa ragu, bahkan bertanya-tanya apakah masih relevan untuk mencintai negeri ini. Menurutnya, cinta kepada Indonesia tidak hanya diukur saat negara sedang dalam kondisi baik-baik saja. Justru, cinta itu diuji ketika negara sedang menghadapi berbagai tantangan dan membutuhkan perubahan.

“Cinta Indonesia itu bukan sekadar bangga saat negara sedang baik-baik saja. Justru cinta itu diuji ketika negara sedang menghadapi banyak tantangan, sedang butuh perubahan,” ujar Anies.

Anies juga menyadari bahwa perjuangan tanpa istirahat bisa terasa berat dan melelahkan. Ia mengibaratkan perasaan ini seperti “bertepuk sebelah tangan”, di mana seseorang sudah berusaha mencintai negerinya, tetapi merasa tidak ada balasan. Namun, ia menegaskan bahwa merasa lelah adalah hal yang wajar.

“Amat wajar jika terkadang kita merasa lelah. Perjuangan tanpa istirahat itu bisa terasa berat. Ini seperti bertepuk sebelah tangan. Sudah berusaha untuk mencintai, tapi rasanya seperti tidak ada balasan,” kata Anies.

Ia menambahkan bahwa mengambil jeda sejenak bukanlah bentuk menyerah, melainkan cara untuk mengumpulkan energi dan semangat baru. “Maka nggak apa-apa, ambil berhenti sejenak. Bukan berarti menyerah, ya. Justru dengan memberi nafas untuk diri sendiri, kita bisa kembali dengan energi yang lebih baik,” ujarnya.

Anies mengingatkan bahwa mencintai Indonesia membutuhkan kesabaran dan ketabahan. Ia mengajak masyarakat untuk meneladani semangat para pejuang generasi 1908 dan 1928, yang meski tidak sempat melihat Indonesia merdeka, tetap bergerak maju demi masa depan bangsa.

“Cinta Indonesia memang butuh kesabaran, butuh ketabahan. Seperti generasi 1908, 1928. Sebagian dari mereka tidak sempat, tidak pernah melihat Indonesia merdeka, tapi mereka tetap bergerak maju,” ucap Anies.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan mereka seperti maraton estafet, di mana setiap generasi harus melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya. “Perjuangan mereka itu seperti maraton dan estafet yang dijadikan satu, bergantian, tapi tetap melangkah ke depan,” tambahnya.

Anies juga menanggapi fenomena sebagian masyarakat yang memilih untuk tinggal atau bekerja di luar negeri. Menurutnya, nasionalisme tidak diukur dari lokasi tempat tinggal seseorang, melainkan dari kontribusi yang diberikan kepada negeri.

“Cinta Indonesia itu tidak ada hubungannya dengan lokasi tempat tinggal. Banyak tokoh-tokoh bangsa kita yang dulu lama hidup di luar negeri, tapi tetap berkontribusi buat Indonesia. Jadi, nasionalisme itu bukan soal di mana kita tinggal, tapi bagaimana kita tetap memberi manfaat bagi negeri ini, sekecil apa pun,” tegas Anies.

Ia menyatakan bahwa keputusan untuk tinggal di luar negeri sah-sah saja, asalkan tetap berusaha berkontribusi untuk Indonesia. “Bagi yang memutuskan ke luar negeri untuk alasan kebutuhan diri, untuk alasan keluarga, itu sah saja. Hanya saja, kita tahu tidak semua punya kesempatan untuk ke luar negeri. Bagi yang berkesempatan keluar, oke, gunakan kesempatannya sebaik-baiknya. Tetap usahakan berkontribusi untuk Indonesia dari manapun juga tinggal atau berada,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Anies mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Ia menegaskan bahwa apapun tantangan yang dihadapi, harus dihadapi bersama-sama.

“Bagi yang ada di Indonesia, yuk mari kita saling dukung, saling jaga satu sama lain. Karena apapun tantangannya, kita hadapin bersama,” tutup Anies.

Tagar #KaburAjaDulu sendiri masih terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. Beberapa warganet menganggap tagar ini sebagai bentuk kekecewaan yang perlu disikapi dengan serius oleh pemerintah, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk ekspresi yang wajar di tengah tekanan hidup yang semakin berat.

Dengan pernyataannya, Anies Baswedan berusaha mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Pesannya mengingatkan bahwa cinta kepada Indonesia bukanlah sesuatu yang instan, melainkan sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran, ketabahan, dan kontribusi nyata dari setiap individu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Editor: Rahim Paramata